Manfaat SPN sudah dirasakan sebagian kalangan

Manfaat Sensus Pajak Nasional mulai dirasakan Wajib Pajak di daerah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pekanbaru Senapelan. Wajib Pajak yang semula menganggap bahwa kewajiban pajak hanya sebatas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mulai terbuka wawasannya ketika para pegawai KPP Pratama Senapelan melakukan sosialisasi untuk mempersiapkan Sensus Pajak Nasional. Irvan, salah seorang pegawai KPP Pratama Senapelan menceritakan pengalamannya ketika berkunjung di sebuah kawasan di sekitar Pekanbaru beberapa hari yang lalu, “Wajib Pajak selama ini hanya mengetahui kewajiban perpajakan Pajak Bumi dan Bangunan. Mereka tidak tahu kalau masih ada pajak lain yang sangat mungkin bersentuhan dengan mereka selaku Wajib Pajak”, ujarnya.

Sensus Pajak Nasional yang digelar mulai 1 Mei 2012 hingga 31 Oktober 2012 akan mendata 2 hingga 4 Juta responden masyarakat, baik usaha badan maupun orang pribadi, guna mengetahui apakah responden sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak atau belum. Jika sudah terdaftar, maka Wajib Pajak tetap akan disensus untuk  pemukhtahiran data Wajib Pajak tersebut dalam database Master File Wajib Pajak Nasional Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Untuk Sensus Pajak Nasional tahap kedua ini, DJP tetap memprioritaskan mendatangi sentra-sentra bisnis yang belum terdaftar, high rise building dan objek potensial lainnya.

Sensus Pajak Nasional juga merupakan upaya DJP dalam rangka menghimpun penerimaan pajak yang nantinya akan digunakan dalam pembiayaan pembangunan negara. Sensus ini tidak akan berlangsung dengan baik tanpa adanya upaya dukungan dari para stakeholder termasuk di dalamnya pemerintah daerah. DJP mengajak pemerintah daerah untuk bekerjasama mendukung upaya sensus ini agar dalam pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lancar.

Berdasarkan amanat undang-undang, pajak memang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dari kedua pajak ini adalah lembaga pengelola pejak. Pajak pusat dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah Kementerian Keuangan, sedangkan pajak daerah dikelola oleh Pemerintah Daerah yang secara teknis ditangani oleh Dinas Pendapatan Daerah. Undang-undang yang menjadi dasar hukum diterapkannya pajak pusat diantaranya adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009. Undang-undang ini merupakan aturan yang mengatur tentang siapa saja yang bisa disebut sebagai Wajib Pajak, apa kewajibannya, dan yang lain sebagainya. Lalu setelah Undang-Undang KUP, ada Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007. Undang-undang ini mengatur penghasilan apa saja yang dikenakan pajak dan penghasilan mana yang tidak. Selain itu, undang-undang ini juga mengatur tentang cara pelaporan pajak penghasilan. Undang-undang ketiga yang juga mengatur pajak pusat adalah Undang-Undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Barang dan Jasa dan Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009. Sama seperti undang-undang tentang Pajak Penghasilan, secara khusus undang-undang ini mengatur dasar pengenaan pajak tarif dan perhitungan PPN, Pajak Masukan, Pajak Keluaran, Faktur Pajak dan lain sebagainya.

Sedangkan undang-undang yang mengatur tentang pajak daerah adalah Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. “Berdasarkan fakta ini kami semakin semangat melanjutkan kegiatan Sensus Pajak Nasional”, sahut Irvan. Ditanya tentang kemungkinan kejadian yang sama di tempat lain, pegawai muda asal Pekanbaru ini lalu melanjutkan, “bisa saja masyarakat masyarakat di daerah lain juga mengalami kondisi yang sama, karena Pekanbaru kan bukan kota terpencil jika dibandingkan daerah lain di Indonesia”, pungkasnya.

Into : ====>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s